0 di keranjang

Keranjang kosong

BUNDLING GESTAPU & INI BUKAN KUDETA

Rp134.000

Penulis: Salim Said
Penerbit: MIZAN PUBLISHING

50 di stok

-
+

atau hubungi kami sekarang melalui:

WA: 0877-7227-0251 PIN: tobuline

Cara Membeli

Silahkan menghubungi kami via BBM di tobuline pada perangkat handphone Anda.

×
SMS: 0877-7227-0251

Cara Membeli

Silahkan menghubungi kami via SMS di 087772270251 pada perangkat handphone Anda.

×
LINE: tobuline.com

Cara Membeli

Silahkan menghubungi kami via LINE di tobuline.com pada perangkat handphone Anda.

×
CALL: 0877-7227-0251

Cara Membeli

Silahkan menghubungi kami via Phone di 087772270251 pada perangkat handphone Anda.

×
TELEGRAM: tobuline
SKU: MZN123 Kategori: Tanda: ,

Deskripsi

GESTAPU 65

Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) 1965 adalah peristiwa besar yang mengubah sejarah Indonesia. Meski telah lewat setengah abad, Gestapu masih diselimuti kabut misteri dan pertanyaan. Buku ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan literatur sejenis, karena penulisnya menyaksikan langsung situasi di seputar Gestapu. Selain itu, sebagai akademisi, dia menguasai alat analisis dan kesempatan mempelajari dokumen dan literatur langka.       

Dalam buku ini, penulis menjawab bermacam kontroversi secara berimbang serta berusaha menjawab pertanyaan terpenting: Siapa dalang sebenarnya dari Gestapu: Sukarno, Soeharto, atau Aidit?    

INI BUKAN KUDETA

Cita-cita mencapai civil society adalah sebuah tujuan yang diperjuangkan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Setelah tiga dekade lebih berada di bawah kekuasaan rezim Orde Baru yang militeristik, perjalanan 20 tahun reformasi tak juga memunculkan pemerintahan sipil yang kuat dan berdaulat. Bahkan, akhir-akhir ini muncul “kerinduan” untuk mengembalikan pemerintah bernuansa militer. Seakan-akan pemerintahan sipil tak bisa memberikan jaminan keamanan dan stabilitas bagi Indonesia. Benarkah demikian?

Pakar ilmu politik dan militer Indonesia, Salim Haji Said, memaparkan transisi pemerintahan dari sistem militer ke sipil dan sebaliknya di Thailand, Mesir, Korea Selatan, dan Indonesia. Apa yang terjadi dalam transisi pemerintahan di keempat negara tersebut? Apa kesamaannya dan apa perbedaannya? Dan, apa pelajaran yang bisa ditarik oleh Indonesia dari peristiwa transisi pemerintahan dari militer ke sipil dan sebaliknya di negara-negara tersebut? 

Dengan analisis bernas, Salim Haji Said mengupas semua peristiwa di negara-negara tersebut dan menjabarkan hal-hal apa saja yang dibutuhkan Indonesia agar bisa beralih ke negara civil society yang berdaulat.

Informasi tambahan

Berat 525 g